Sabtu, 23 Oktober 2021

TELEVISI ANALOG VS TELEVISI DIGITAL

TELEVISI ANALOG VS TELEVISI DIGITAL


A. Sejarah Televisi Analog dan Televisi Digital

1. Televisi pertama

Televisi Pertama
Source: Kompas.com

Televisi pertama yang diperkenalkan oleh John Logie Baird kepada masyarakat bentuknya bukanlah kotak minimalis seperti yang kita kenal sekarang. Melainkan terdiri atas banyak lempengan, tabung, dan kabel yang berseliweran!

Kemudian tahun 1927, Philo Taylor Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama. Gagasannya tentang image dissector menjadi dasar kerja TV tabung hingga TV modern.

Tanggal 11 Mei 1939 menjadi hari bersejarah karena pemancar televisi untuk pertama kalinya dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Akhirnya, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual untuk mengetahui kejadian di belahan dunia lain.

2. Televisi 1940-an

Televisi era 1940
Source: PicClick
Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, TV mulai mengambil alih perhatian masyarakat dan menggantikan radio berkat kemampuannya untuk memadukan suara dan gambar.

3. Televisi 1950-an

TV era 1950an
Source: Imgur
Pada akhir tahun 1950, sebagian besar orang di dunia sudah mulai memiliki TV di rumah. Kala itu kebanyakan orang menggunakan televisi hitam putih, meskipun sebenarnya televisi berwarna sudah ada. Di Amerika TV berwarna ada sejak tahun 1954, tetapi belum ada siaran TV yang dapat menayangkan gambar berwarna. Baru pada tahun 1966 siaran TV sepenuhnya berwarna.

4. Televisi 1967-an

TV 1960an
Source: Pinterest
Pada tahun 1967, kepopuleran televisi berwarna mulai mengalahkan televisi hitam putih. Oleh karena itu, siaran TV berwarna pun terus bertambah.Di era yang bersamaan, tepatnya di tahun 1962, TVRI hadir sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia.

5. Televisi 1970-an

TV 1970an
Source: Wikipedia

Pada tahun 1970-an televisi semakin mengukuhkan diri sebagai sarana hiburan dengan diperkenalkannya teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.

6. Televisi 1980-an

TV 1980
Source: Pinterest
Pada tahun 1980-an TV kabel (saluran TV berbayar) populer di berbagai belahan dunia. RCTI jadi saluran televisi kabel pertama yang menggunakan dekoder di Indonesia. Mereka mulai beroperasi sejak tahun 1989 hingga tahun 1991, lalu akhirnya menjadi salah satu stasiun TV nasional.

7. Televisi 1990-an awal

TV 1990
Source: Wikipedia
Pilihan televisi di tahun 1990-an sangat beragam. Televisi yang mengadopsi teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layarnya adalah televisi yang paling banyak ditemukan. Teknologi tersebut memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar ke dalam satu kotak. Nantinya proyektor ini yang memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.

8. Televisi tahun 1997 – 2000

TV Plasma 90an
Source: Amazon
Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Bentuknya yang ramping dan minimalis membuat TV model ini sangat populer saat itu. TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran, meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal. TV LCD juga ikut berkompetisi di akhir tahun 1990-an. Kualitas gambar lebih baik dibandingkan TV plasma serta hemat energi. Sementara HDTV diperkenalkan pada tahun 1998. Pada tahun 1999, DVR (Digital Video Recorder) mulai diluncurkan untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi langsung ke dalam hard drive.

9. Televisi tahun 2000 – 2007

TV 2007
Source: Engadget

TV LED berbasis DLP HDTV pertama diproduksi pada tahun 2006. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari alumunium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar.

TV ini lebih murah dibandingkan TV plasma ataupun TV LCD. Dalam perkembangannya TV Plasma juga tersedia dalam kualitas HD (High Definition).

10. Televisi tahun 2007 – 2016

Apple TV
Source: YouTube
Di tahun 2007, Apple meluncurkan AppleTV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program TV, Film, Video YouTube, dan masih banyak lagi. Kemudian Microsoft inc. memberikan perlawanan melalui OS Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik, dan foto dari komputer ke TV. Berbagai teknologi tersebut merupakan cikal bakal dari Smart TV yang sudah banyak beredar saat ini.

11. Televisi tahun 2016 – kini

Curved TV 3D
Source: Amazon
Kamu bisa menemukan teknologi terkini pada TV zaman sekarang, termasuk teknologi 3D dan teknologi layar cekung (TV Curve) yang semakin populer belakangan ini. Selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih, TV berteknologi 3D dan berlayar cekung dapat menampilkan gambar sangat nyata pada layar TV, hingga terasa seperti keluar dari layarnya!

B. Kelebihan dan Kekurangan TV Analog

Kelebihan

  • Harga Terjangkau
    Seperti yang kita ketahui, modern ini semakin menjamur TV yang modern dan menunjang TV Digital. Semakin canggih televisinya semakin mahal harganya. Namun, berbeda dengan TV analaog yang kebanyakan masih ada di TV tabung. TV tabung merupakan televisi yang bisa dibilang sebagai televisi kalangan bawah, disebut demikian karena bisa dijangkau oleh masyarakat kaum menengah ke bawah. Harga yang murah menjadikan TV Analog menjadi favorit oleh bagian masyarakat yang belum mampu membeli televisi canggih nan mahal yang bisa menunjang TV Digital.
  • Alat Komunikasi yang menyiarkan berita dengan tampilan
    Di dalam TV Analog, para pemancar lokal juga pasti akan memncarkan siaran lokal. Karena hal inilah yang hanya mampu dijangkau oleh kaum menengah ke atas.

Kekurangan

  • Hanya Bisa Memproses Sinyal Analog
    Sebagaimana tadi yang dijelaskan di atas, bahwa televisi yang bisa dijangkau
    oleh banyak masyarakat menegah kebawah adalah televisi yang hanya mampu menjangkau sinyal TV Analog saja. Karena TV Digital yang hanya bisa dijangkau dengan televisi modern yang lebih canggih.
  • Kualitas Gambar Kurang Bagus
    Karena TV Analog hanya menjangkau sinyal televisi terdekat, maka jika semakin jauh dengan pemancar akan semakin jelek kualitas gambarnya atau malah akan semakin menghilang. Selain gambarnya yang masih beresolusi SD, TV Analog masih menggunakan CRT yang tidak hemat tempat. Maka dari itu TV Analog kebanyakan menggunakan antena untuk menjangkau sinyal pemancar yang ada, dan jika walaupun tidak menjangkau maka tidak bisa menampilkan siaran yang diinginkan.
  • Boros Listrik
    TV Analog masih banyak berada di dalam televisi tabung. Dan televisi tabung terkenal dengan konsumsi daya listriknya yang tinggi menyebabkan boros listrik. Hal ini jika dibandingkan dengan televisi modern non tabung yang jauh lebih hemat listrik karena mengonsumsi jauh lebih sedikit daya listrik.

C. Kelebihan dan Kekurangan TV Digital

Kelebihan

  • Suara dan Gambar Lebih Jernih
    Melansir dari Komi
    nfo, kualitas suara dan gambar pada siaran tv digital jauh lebih baik dibandingkan dengan tv analog. Pada tv digital, kita tidak akan menemui gambar yang berbayang atau noise (bintik-bintik semut) pada layar televisi.
  • Sinyal Lebih Stabil
    Pada tv analog, jika semakin jauh dengan lokasi stasiun pemancar televisi, maka sinyal penyiaran akan semakin melemah dan gambar yang ditampilkan akan semakin buruk. Sedangkan tv digital terus menyiarkan gambar dan suara yang jernih sampai pada titik signal tidak dapat diterima lagi.
  • Terdapat Berbagai Fasilitas Tambahan
    Bagi para pengguna tv digital, tak hanya dimanjakan dengan siaran televisi yang jernih dan stabil, namun juga bisa mendapatkan fasilitas tambahan seperti EPG (Electronic Program Guide) yakni fasilitas untuk mengetahui acara yang telah dan akan ditayangkan. Pengguna juga bisa langsung menilai kualitas penyiaran dengan memberikan rating terhadap program televisi yang ditonton.
  • Memiliki Dua Status Penyiaran TV Digital
    Penyiaran TV digital hanya mengenal dua status: Terima (1) atau Tidak (0). Yang berarti, apabila perangkat penerima siaran digital dapat menangkap sinyal, maka program siaran akan diterima. Sebaliknya, jika sinyal tidak diterima maka gambar-suara tidak muncul.

Kekurangan

  • Kendala Operasional
    Dalam proses perpindahan dari TV Analog ke TV Digital, pasti akan berhubungan dengan kesiapan penonton TV di Indonesia yang masih banyak menggu
    nakan TV analog. Memang saat ini tengah dijalanka proses simulcast, namun yang menjadi kendala adalah lama proses simulcast. Lama proses simulcast juga terbagi lagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah ” ekonomi maju” dan wilayah ” ekonomi kurang maju”. Sehingga dari hal tersebut bisa terlihat siap atau tidaknya masyarakat dan penyelenggara, dengan begitu ketika beralih sepenuhnya ke era TV Digital tidak terjadi kesenjangan.
  • Cliff Spot dan Blank Spot
    Secara teknis, masih sering terjadi cliff effect dan blank spot. Cliff effect dan blank spot adalah ketidakstabilan penerimaan sinyal digital yang lemah sehingga menyebabkan siaran terputus-putus/patah-patah atau bahkan tdak ada gambar jika pesawat televisi tidak memperoleh sinyal sama sekali.
  • Kerugian Teknis
    Hal ini ditakutkan terjadi pada lembaga pengelolaan penyiaran. Kerugian yang terjadi dikarenakan setelah imigrasi ke TV Digital, penyiaran akan dipancarkan oleh penyiaran multiplesking. Yang akan berimbas kepada pemancar televisi lokal yang tidak digunakan lagi.
  • Keahlian SDM Dalam Mengoperasikan Alat
    Dalam hal ini masyarakat dituntu untuk dapat menghandle alat jika sampai terjadi kerusakan. SDM harus bersinergi dengan teknologi. Karena TV Digital ini menggunakan banyak aplikasi di dalamnya. Yang sayangnya, dimana saat ini masih belum tersedian SDM yang paham akan kebaruan teknologi tersebut. Dampak inilah yang jika tidak diantisipasi dari awal akan menyebabkan kesenjangan keahlian, terutama untuk institusi media-media kecil yang secara finansial belum siap mencari tenaga kerja baru maupun memberi pelatihan pada operatornya.
Sumber :  https://www.rukita.co/stories/perkembangan-tv-dulu-sekarang/
                 https://haloedukasi.com/kelebihan-dan-kekurangan-tv-analog
                 
https://haloedukasi.com/kelebihan-dan-kekurangan-tv-digital

0 komentar:

Posting Komentar